We have new forums at NiteshKothari.com
TopBottom
Announcement: wanna exchange links? contact me at clwolvi@gmail.com.
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Boulevard UGM hingga Depan Vredeburg

Posted by miracle at 30 April 2009
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit


Atmosfer Kaum Muda Jogja

Mengunjungi Yogyakarta tentu takkan lengkap bila tak menjamahi ruang-ruang publik yang selama bertahun-tahun dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul dan menjalin keakraban. Di tempat itu, anda bisa menikmati beragam aktivitas yang digelar warga kota, menikmati kesenian jalanan yang terdapat hingga menyantap beragam hidangan khas.

Salah satu tempat yang menarik dikunjungi adalah Boulevard Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terletak di bagian terdepan universitas tersebut. Selama puluhan tahun, tempat ini telah dijadikan ruang menggelar kegiatan anak muda, kesenian dan olah raga. Dari pagi hingga malam, tempat ini senantiasa berdenyut namun dengan tawaran yang berbeda. Begitu pula setiap harinya, mulai Senin hingga Minggu.

Saat petang adalah waktu yang paling tepat untuk mengunjunginya. Biasanya, banyak anak muda yang menggunakan tempat ini untuk menggelar kegiatan breakdance hingga skate. Komunitas bikers BMX dan komunitas berbagai jenis motor pun sering menggunakan tempat ini untuk berkumpul. Sambil menonton kegiatan mereka, anda bisa menikmati beragam jajanan yang ditawarkan.

Anda bisa berekreasi sambil membugarkan raga di tempat ini. Biasanya, setiap Minggu pagi Boulevard UGM dimanfaatkan untuk jogging, bersepeda santai dan bermacam olahraga lainnya. Usai rekreasi kebugaran itu, anda bisa menikmati hidangan menarik yang dijajakan, seperti Bubur Ayam, Nasi Liwet Solo, Lontong Opor dan beragam minuman.

Ruang publik lain yang cukup menarik untuk menikmati suasana sore adalah kawasan depan Benteng Vredeburg. Anda bisa melihat kegiatan para musisi jalanan yang biasa duduk di bangku-bangku yang terdapat di sana. Di waktu-waktu tertentu, anda juga bisa menggelar pagelaran seni yang dipentaskan di hall Monumen Serangan 1 Maret, persis di depan bangku-bangku di kawasan itu.

Santapan sate kere yang dijajakan wanita-wanita Madura pun pantas untuk dicoba. Dengan Rp 2000,00 saja, anda bisa menikmati hangatnya sate ayam dan lontong yang disajikan dalam pincuk (piring-piringan yang dibuat dari daun pisang). Bila ingin membeli souvenir, anda bisa berjalan sedikit ke utara untuk menemukan pedagang kaki lima yang menjajakan kaos, gelang, kalung dan souvenir lainnya.

Label:

Lumpia

Posted by miracle at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit



Lumpia, 'Sosis' Aneka Isi dengan Saus Bawang Putih

Ada dua jenis lumpia yang bisa dicicipi di Yogyakarta, yaitu lumpia dengan kulit garing serta lumpia dengan kulit basah. Lumpia yang kulitnya garing akan menyapa lidah dengan sensasi kerenyahan, sementara lumpia berkulit basah akan terasa lembut dan gurih di lidah. Tak ada salah satu yang lebih nikmat karena keduanya memiliki kekhasan tersendiri yang dihasilkan dari komposisi bahan baku dan proses pemasakan yang berbeda, semua mesti dicoba.

Citarasa kulit yang gurih akan berpadu dengan paduan rasa asin, manis dan asam adonan isi. Bercampur sempurna di lidah dan menghasilkan sensasi rasa nikmat yang akan menyapa sejak gigitan pertama. Lumpia yang asli berisi irisan rebung yang dimasak dengan bumbu khusus dengan rasa yang cenderung manis. Beberapa produsen menambah bahan lain untuk isi, misalnya berupa wortel, agar semakin kaya citarasanya.

Ada pula lumpia berisi ayam yang dimasak dengan bumbu khusus, terdiri dari campuran bawang merah, bawang putih, gula merah, dan bumbu lainnya. Ayam berbumbu direbus hingga lunak dan ditumbuk halus, membentuk adonan seperti bubuk yang berwarna coklat.

Isi yang kaya citarasa dan kulit lumpia yang gurih biasanya dinikmati bersama dua macam saus, yaitu saus bawang dan saus semarangan. Saus bawang dibuat dari bawang putih yang dihaluskan dan dimasak bersama air hingga kental, sementara saus semarangan dibuat dari bermacam bumbu jawa, berwarna coklat dan lebih kental. Sebagai penyegar, dua macam saus itu dilengkapi dengan acar, terbuat dari mentimun yang diberi cuka.

Lumpia beserta piranti penyedapnya biasanya dihidangkan pada cawan. Cara makanannya, saus bawang putih diambil menggunakan garpu dan ditusuk-tusukkan pada lumpia sehingga menyatu bersama isi. Sementara, saus semarangan dituangkan di permukaan kulit lumpia, begitu pula dengan acar mentimun yang dilengkapi cabe rawit. Setelah itu, lumpia diiris menggunakan pisau, dan akhirnya lumpia pun siap dinikmati.

Sejumlah tempat yang tepat untuk menikmati kelezatan lumpia khas Yogyakarta antara lain Pasar Beringharjo, depan Toko Samijaya di Jalan Malioboro dan Trubus Restaurant & Bakery di dekat Pasar Kranggan. Pasar Beringharjo menyediakan beragam macam isi, sementara kios lumpia depan Toko Samijaya menyuguhkan lumpia berisi rebung. Trubus Restaurant & Bakery yang kelezatannya mengalahkan lumpia Semarang menyediakan lumpia dengan isi campuran sayuran dan rebung yang disajikan dalam keadaan masih hangat.

Satu lumpia dijual dengan harga bervariasi. Lumpia di Pasar Beringharjo dijual dengan harga sekitar Rp 1.500,00 hingga Rp 2.000,00. Lumpia di kios di depan Samijaya dijual dengan harga rata-rata Rp 4.000,00, sedangkan di Trubus Restaurant & Bakery dijual dengan harga Rp 3.000,00 untuk yang biasa dan Rp 4.500,00 untuk yang istimewa. Semuanya bisa dimakan di tempat atau dibawa pulang.

Label:

Coffee Shop di Yogyakarta

Posted by miracle at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit


Coffee Shop di Yogyakarta, dari Sekedar Nongkrong sampai Nonton Film Indie

Sedikit kafein dalam secangkir kopi memang teman yang paling tepat untuk melewatkan sore dan malam, baik dalam kesendirian ataupun keramaian. Karenanya, menikmati kopi di cafe-cafe yang ada di Yogyakarta tentu menjadi agenda wisata yang mengasyikkan. Sambil menikmatinya, anda bisa mengenal lebih dekat Yogyakarta lewat komunitas-komunitas yang nongkrong di dalamnya.

Terdapat beragam konsep cafe, mulai dari yang masih dekat dengan konsep awal hingga cafe yang telah menyesuaikan diri dengan budaya Yogyakarta kekinian. Menu kopinya pun beragam, ada menu klasik espresso hingga kopi khas Indonesia seperti Jawa, Aceh, dan Toraja. Di cafe-cafe itu, berdiam komunitas penwggerak seni, pecinta buku hingga komunitas cyber seperti bloggers dan gamers.

Anda yang gemar membaca dan berinteraksi dengan para pecinta buku bisa mengunjungi Deket Rumah Cafe yang terletak di Sagan serta Coffee Break Cafe yang berlokasi di di Jalan Kaliurang. Beragam buku dengan berbagai tema, mulai dari bacaan ringan seperti komik hingga buku yang mengusung tema filsafat bisa didapatkan di kafe itu sehingga akan memuaskan hasrat membaca anda.

Di Deket Rumah, anda bisa membaca buku-buku sastra yang dikarang oleh penulis lokal maupun manca. Ada buku karya penulis Indonesia legendaris Sutan Takdir Alisjahbana, Pramoedya Ananta Toer dan N.H Dini hingga penulis peraih Nobel Sastra seperti Milan Kundera, Nawal el Sadaawi dan Umberto Eco. Beberapa buku bahkan bisa disewa dengan persyaratan tertentu.

Jika ingin menikmati kopi sambil mengenal lebih dekat Yogyakarta lewat karya para senimannya, anda bisa mengunjungi Via-Via Cafe yang terletak di Prawirotaman, V-Art Gallery and Cafe yang ada di Jalan Solo dan Djendelo Cafe yang berlokasi di ujung utara Jalan Gejayan. Kafe-kafe itu berfungsi ganda, selain sebagai tempat menikmati kopi juga sebagai ruang pameran seni.

Beberapa pameran pernah diadakan di kafe tersebut, misalnya Pameran Lukisan Pesawat Tempur yang diadakan pada November 2006 lalu di Via-Via Cafe. Di Djendelo Cafe juga sering diadakan berbagai macam pameran lukisan, begitu juga di V-Art Galery yang sering menggelar pemutaran video yang digarap oleh seniman Yogyakarta.

Kemudahan berselancar di dunia maya dan berinteraksi dengan para anggota komunitas cyber adalah tawaran lain yang diusung Lor Kali Cafe yang terletak di dekat Jalan Gejayan dan Kedai Kopi yang ada di Selokan Mataram. Lewat fasilitas komputer yang tersambung jaringan internet ataupun fasilitas hotspot, di Kedai Kopi anda bisa berselancar di dunia maya secara gratis.

Bila lebih suka menggunakan jaringan internet untuk bermain game, anda bisa mendatangi Empire yang berada di ujung utara Jalan Gejayan. Tempat yang baru saja dibuka ini telah menjadi salah satu pusat kegiatan para gamers di Yogyakarta. Selain itu, tempat ini juga menyediakan kafe nyaman yang cocok untuk beristirahat sejenak kala lelah bermain.

Meski tak mau menjuluki dirinya coffee shop, Kinoki yang terletak di Jalan Suroto Kotabaru juga menyajikan beragam menu kopi dan suasana open space yang nyaman. Selain memanjakan anda dengan kopi, tempat yang bermotto 'bukan bioskop, bukan coffee shop' itu juga menjadi tempat berkumpul para seniman Yogyakarta yang bergerak di bidang perfilman.

Setiap hari Kinoki menyuguhkan film-film menarik, mulai yang telah memenangkan berbagai festival film hingga film-film indie yang digarap oleh sineas-sineas muda berbakat Indonesia. Selain itu, Kinoki kadang juga menjadi tempat menggelar pembacaan cerita pendek, puisi, obrolan ringan dan bahkan peragaan busana.

Umumnya, kafe-kafe di Yogyakarta buka mulai pukul 17.00 WIB, namun banyak pula yang buka dari siang hari. Kedai Kopi dan Coffe Break adalah beberapa kafe yang buka mulai siang hari, sekitar pukul 10.00 - 24.00 WIB. Sementara Kinoki dan Djendelo Cafe baru mulai buka pada pukul 17.00 dan mulai memutar film sekitar pukul 19.30 WIB.

Label:

Angkringan Lik Man

Posted by miracle at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit


Menikmati Malam di Yogyakarta bersama Kopi Joss

Tahukah anda sebuah tempat di Yogyakarta tempat mahasiswa, komunitas cyber seperti blogger dan chatter, wartawan, seniman, budayawan, tukang becak, hingga penjaja cinta bisa berbincang santai? Jika anda pernah belajar di Yogyakarta, dimana anda dulu berembug bersama teman tentang tema skripsi atau tugas sekolah? Di antara sekian tempat yang anda sebutkan, pasti angkringan Lik Man yang terletak di sebelah utara Stasiun Tugu menjadi salah satunya. Wajar, sebab tempat itu telah menjadi favorit banyak orang.

menikmati nuansa Angkringan Lik Man yang pernah dirasakan oleh banyak orang. Anda bisa berjalan ke utara dari arah Malioboro atau Stasiun Tugu hingga menemukan jalan kecil ke arah barat, kemudian berbelok. Anda akan menemukan angkringan yang dimaksud tak jauh dari belokan, tepatnya di sebelah kiri jalan. Cirinya, ada dua buah bakul yang dihubungkan dengan bambu, anglo dengan arang yang membara, serta deretan gelas yang ditata.


Angkringan Lik Man merupakan angkringan legendaris, sebab pedagangnya adalah generasi awal pedagang angkringan di Yogyakarta yang umumnya berasal dari Klaten. Lik Man yang bernama asli Siswo Raharjo merupakan putra Mbah Pairo, pedagang angkringan pertama di Yogyakarta yang berjualan sejak tahun 1950-an. Warung berkonsep angkringan yang dulu disebut 'ting ting hik' diwariskan kepada Lik Man tahun 1969. Sejak itu, menjamurlah angkringan-angkringan lain.

Begitu sampai di angkringan yang buka pukul 18.00 ini, anda bisa memesan bermacam minuman yang ditawarkan, panas maupun dingin. Pilihan minuman favorit adalah Kopi Joss, kopi yang disajikan panas dengan diberi arang. Kelebihan kopi itu adalah kadar kafeinnya yang rendah karena dinetralisir oleh arang. Tak usah khawatir itu hanya mitos, sebab Kopi Joss lahir dari penelitian mahasiwa Universitas Gadjah Mada yang kebetulan sering nongkrong di Angkringan Lik Man.

Anda bisa memilih tempat duduk di dua tempat yang disediakan. Jika ingin berbincang dengan pedagang, anda bisa duduk di dekat bakul atau anglo. Selain dapat bercerita dengan Lik Man, duduk di dekat bakul akan mempermudah jika ingin tambah makanan. Tetapi bila ingin lebih berakraban dengan teman, anda bisa duduk di tikar yang digelar memanjang di trotoar seberang jalan. Tak perlu khawatir ruang yang tidak cukup sebab panjang trotoar yang digelari tikar hampir 100 meter.

Sambil duduk, anda diberi kebebasan untuk berbicara apapun. Orang-orang yang sering datang ke angkringan ini membicarakan berbagai hal, mulai tema-tema serius seperti rencana demostrasi dan tema edisi di majalah mahasiswa hingga yang ringan seperti kemana hendak liburan atau sekedar tertawaan tak jelas yang sering disebut dengan gojeg kere. Tak ada larangan formal, tetapi yang jelas perlu menjaga budaya angkringan, yaitu tepo sliro (toleransi), kemauan untuk berbagi dan biso rumongso (menjaga perasaan orang lain). Bisa diartikan tak perlu berebut tempat dan menghargai orang lain yang duduk berdekatan.

Sejumlah tokoh terpandang telah menjadikan Angkringan Lik Man sebagai tempat menikmati malam. Ada Butet Kertarajasa, Djaduk Ferianto, Emha ainun Nadjib, Bondan Nusantara hingga Marwoto. Maka, tak seharusnya anda melewatkan suasana malam kota Yogyakarta tanpa berkunjung ke Angkringan Lik Man. Nikmatilah nuansa yang pernah dinikmati oleh banyak orang Yogyakarta dan sejumlah tokoh yang disebut di atas.

Label:

Sate Kuda Gondolayu

Posted by miracle at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit


Mendongkrak Vitalitas Kaum Pria

Menurut Bu Suparti hal itu karena kuda adalah hewan yang sangat aktif bergerak. Ibu setengah baya yang cukup enerjik ini menjelaskan bahwa daging kuda berkhasiat untuk mengatasi capek, masuk angin dan meningkatkan vitalitas. Tidak hanya dagingnya yang berkhasiat, alat kelamin kuda atau yang lebih dikenal dengan sebutan torpedo dipercaya dapat mendongkrak vitalitas kaum laki-laki, selain berkhasiat mengobati sesak napas. Tapi bila ingin menyantap torpedo, pembeli harus pesan dulu karena peminatnya banyak.

Sate pesanan YogYES akhirnya jadi juga. Hmm, uenaaaak. Dagingnya cukup empuk. Bu Suparti mengatakan bahwa daging kuda paling tidak harus direbus selama 1 jam. Daging kuda yang digunakan berasal dari kuda-kuda yang masih muda dan memang khusus diternakan untuk dikonsumsi. Sedangkan kuda-kuda yang sudah tua seperti kuda penarik andong tidak bisa di sate karena dagingnya terlalu keras dan alot. Biasanya daging seperti itu kemudian dibikin abon. Bu Suparti juga bercerita bahwa yang dulu mempopulerkan sate kudanya adalah para mahasiswa dari Sulawesi.

Tak terasa satu porsi sate kuda, sepiring nasi dan segelas teh panas manis segera berpindah ke perut saya. Benar apa kata Bu Suparti badan saya menjadi hangat. Saya bayar satu porsi sate seharga Rp. 10.000 (Januari 2009) dan ingin membuktikan khasiatnya, kebetulan badan saya pegal-pegal dan capek. Nah, jika Anda ingin merasakan khasiat dan lezatnya daging kuda, Anda dapat mencobanya di Warung Sate Gondolayu. Warungnya buka setiap hari dari jam 9 pagi hingga jam 10 malam.

SATE KUDA GONDOLAYU
Jl. Jend. Sudirman No. 25 Yogyakarta
(barat Jembatan Gondolayu)
Phone: +62 274 6554045

Label:

NASI GORENG BERINGHARJO

Posted by miracle at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Kelezatan Kuliner Jawa Cina

Nasi Goreng Beringharjo, kini bisa dijumpai di Jalan Mataram, tepat di pertigaan ketiga sebelah kiri jalan yang menuju ke pasar bersejarah di Yogyakarta itu. Sebelum penghujung tahun 2004, tepatnya sebelum ada pembersihan pedagang kaki lima di wilayah tersebut, nasi goreng itu bisa ditemui di pertigaan menuju kawasan Shopping yang kini dirombak menjadi Taman Pintar, Taman Budaya Yogyakarta dan Pusat Penjualan Buku.

Nasi goreng ini adalah salah satu yang pantas dicicipi sebab kelezatannya telah diakui banyak orang dan dikenal sejak tahun 1960-an, saat sang penjual memulai bisnisnya. Tak perlu menunggu lama jika hendak mencicipinya, sebab penjual biasanya memasak nasi goreng langsung dalam jumlah besar sehingga bisa dihidangkan dalam waktu cepat. Anda bisa datang mulai pukul 18.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB bila ingin mencicipinya, serta bisa memilih ingin duduk lesehan atau di kursi yang tersedia.

Menyantap nasi goreng ini, anda akan merasa seperti mendengarkan sepiring cerita tentang akulturasi Jawa Cina. Jenis masakan nasi goreng sendiri misalnya, sebenarnya berasal dari daratan Cina yang kemudian 'bermigrasi' ke Indonesia. Mulanya, nasi goreng muncul dari tradisi bangsa Cina yang tak ingin membuang nasi sisa, sehingga nasi tersebut diolah dengan bumbu-bumbu yang tersedia, seperti bawang merah, bawang putih dan kecap. Ketika bangsa Cina mulai berdatangan ke Indonesia, masakan itu pun mulai dikenal oleh warga negara Indonesia dan berangsur menjadi satu dengan masakan Indonesia sendiri.

Bukti akulturasinya adalah adanya berbagai variasi nasi goreng, mulai nasi goreng ayam, nasi goreng sea food, nasi goreng kambing, bahkan nasi goreng pete yang notabene bumbu khas Indonesia. Rasanya pun bermacam-macam, ada yang lebih menonjolkan citarasa bawang putih, ada pula yang menonjolkan citarasa bahan tambahannya, misalnya ayam. Nasi goreng Beringharjo memilih memasak nasi goreng ayam dan babi.

Bicara tentang kecap sebagai salah satu bumbunya, itu pun menyimpan cerita tentang penyesuaian bangsa Cina ketika tinggal di Jawa. Kecap, sebenarnya bernama kie tjap, dibuat dari sari ikan yang difermentasikan. Ketika bangsa Cina tinggal di Jawa dan menemukan bahwa kedelai lebih murah dibandingkan ikan, bahan baku pembuatan kie tjap pun diubah menjadi dari kedelai. Akibatnya, kie tjap pun tidak lagi memiliki citarasa ikan, tetapi hanya berasa manis untuk kecap manis, begitu pula nasi goreng. Citarasa bawang putih yang sangat kuat pun juga menjadi ciri masakan-masakan yang berasal dari Cina.


Daging ayam atau babi ditambahkan pada saat nasi goreng telah ditaruh dalam piring. Selain itu, ditambahkan pula beberapa iris tomat, kol, daun seledri, telur dadar bulat dan acar sebagai pelengkap. Sepiring nasi goreng berharga Rp 5.000,00 untuk daging ayam dan Rp 6.000,00 untuk daging babi. Karena lezat, banyak pengunjung memesan nasi dalam porsi yang lebih besar, mulai dari 1,5 hingga 2 porsi langsung untuk satu orang.

Rasa nasi goreng ini bisa dikatakan pas, tak terlalu manis juga tidak terlalu asin. Aroma bawang putihnya tak begitu kuat namun tetap terasa. Nah, bagaimana, tertarik mencicipinya? Selain nasi goreng, tersedia juga bakmi dan bihun serta babi kecap yang tak kalah nikmat.

Label:

Bebek Goreng Yogi

Posted by miracle at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit


Bebek Goreng Yogi terkenal dengan daging bebek empuk yang membuat banyak orang menyukainya. Ada berbagai ragam cara yang digunakan untuk mengolah dan menyajikan daging bebek. Salah satu tempat yang menjual bebek dengan berbagai variasinya adalah di Bebek Goreng Yogi yang terletak di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di sini Anda akan dimanjakan dengan berbagai menu dengan bahan utama daging bebek.

Label:

PECEL BAYWATCH

Posted by miracle at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Menyantap Pecel Kembang Turi Racikan Mbah Warno "Anderson"

sempat bingung dengan julukan Pecel Baywatch yang disandang oleh pecel Mbah Warno. Terlintaslah imajinasi nakal tentang sosok penjual pecel yang mengenakan bikini seperti Mbak Pamela Anderson atau setidaknya warung ini berada di pinggir pantai. Ternyata salah semua. Beginilah cerita lengkapnya.

Warung Mbah Warno terletak di daerah Kasongan, tepatnya berada di jalan menuju Gunung Sempu. Warung yang sudah berdiri sejak 35 tahun lalu ini sangat sederhana. Papan nama warung pecel Mbah Warno ini hanya berukuran 30 x 20 cm2 yang pasti terlewat jika tak benar-benar memerhatikannya. Interior warung diisi oleh perabot yang fungsional dan apa adanya. Hanya terdapat beberapa meja dan kursi kayu serta satu dipan bambu. Di belakang meja tempat meletakkan dagangannya, terdapat dapur berisikan beberapa anglo yang selalu mengepulkan asap. Sebuah posisi yang tak disengaja sebenarnya, sebab dapur dalam konsep Jawa biasanya terletak di bagian belakang. Mbah Warno meletakkan dapur di bagian depan warung pasca gempa Mei 2006 yang meruntuhkan bangunan rumahnya. "Belum punya uang untuk membangun dapur baru", ujarnya.

Mbah Warno menjajakan menu utama Mulai dari lele dan belut goreng kering, tahu bacem, mangut belut (belut bersantan yang dibumbui cabai), hingga bakmi goreng. YogYES memesan semuanya agar dapat merasakan aneka rasa masakan Mbah Warno ini.

Seporsi pecel, lele goreng, dan tahu bacem seolah menantang untuk secepatnya dinikmati. Terdapat empat jenis sayuran dalam hidangan berlumur bumbu kacang ini yakni daun bayam, daun pepaya, kembang turi (Sesbania grandiflora), dan kecambah / taoge. Kita akan disergap rasa manis dari bumbu kacang yang menggelitik lidah. Saat menguyah kembang turi yang agak getir, rasa manis tadi berpadu sehingga menghasilkan kelezatan yang sulit diungkapkan.

Pecel dengan kembang turi merupakan ciri khas pecel "ndeso". Jaman sekarang sudah sulit untuk menemukan penjual pecel seperti ini. Konon kembang turi memiliki khasiat meringankan panas dalam dan sakit kepala ringan. Jadi tidak heran bila orang Jawa, India, dan Suriname (masih keturunan Jawa juga sih, hehehe) sering menyantap kembang turi muda sebagai sayuran.

Pecel akan bertambah nikmat jika ditambah dengan lele goreng atau tahu bacem. Lele goreng di tempat ini dimasak hingga kering sehingga crispy ketika digigit. Sedangkan tahu bacem yang berukuran cukup besar dapat dinikmati sebagai cemilan bersama cabai rawit. Selain itu juga terdapat hidangan lain seperti belut goreng dengan dua variasinya. Pertama, belut goreng kering yang berukuran kecil dan belut goreng basah yang lebih besar. Ada juga bakmi goreng dan mangut belut bagi anda yang menggemari makanan pedas. Asap dari anglo menambah sensasi rasa dari hidangan di warung ini.

Walau penjual pecel ada dimana-mana, Pecel Baywatch tetap menawarkan sesuatu yang lain bagi anda. Sebuah kombinasi kelezatan makanan, suasana pedesaan yang kental, dan keramahan Mbah Warno "Anderson".

Label:

Bandar Djakarta

Posted by miracle at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit






Bandar Djakarta
merupakan salah satu restoran yang menyediakan aneka makanan laut (seafood) yang unik. Tempat yang nyaman, rasa makanan dan harga yang pantas membuatnya menjadi salah satu primadona tujuan kuliner di Pantai Carnaval, kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Pengunjung yang ramai mengunjunginya merupakan bukti bahwa Bandar Djakarta memiliki keistimewaan bagi para pengunjungnya sejak didirikan pada bulan Desember 2001.

Label:

BAKMI SHIBISHU

Posted by miracle at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit


Ketika Bakmi Bisu Membuat Anda Kehilangan Kata

Jika anda adalah salah satu penggemar berat bakmi, ketika sedang berada di Yogyakarta cobalah untuk mampir mengunjungi warung makan bakmi Shibishu yang terletak di Jalan Raya Bantul No.106. Tempat ini dapat ditempuh sekitar lima menit dari Malioboro, tepatnya 500 meter selatan Pojok Beteng Kulon. Jangan terkecoh oleh namanya yang agak berbau Jepang, bakmi ini dimiliki oleh orang Yogya asli dan sudah beroperasi sejak 25 tahun lalu.Warung makan ini adalah yang paling banyak dikunjungi dibandingkan warung-warung makan lain yang ada di sekitarnya.

Selain keramaiannya tersebut pada awalnya saya cukup bingung dengan apa yang akan saya temui di warung makan ini. Tempat ini terkenal dengan nama 'bakmi bisu'. Ada beberapa pikiran iseng saya berkenaan dengan istilah tersebut. Pertama, bakmi tersebut saking enaknya sehingga ketika mencobanya, kita akan membisu alias tidak bisa berkata-kata. Pikiran yang kedua, yang menjajakan bakmi ini alias si penjual adalah orang yang tuna wicara atau bisu. Saat memesan satu porsi bakmi goreng kepada seorang wanita paruh baya yang sedang meracik bumbu saya mengira tebakan iseng saya yang kedua sudah gugur, karena si ibu tersebut ternyata bisa bicara. Tapi kemudian pada akhirnya saya mengetahui satu dari dua tebakan saya ada yang benar, begini cerita lengkapnya.

Selain memesan bakmi goreng, saya juga memesan teh manis hangat sebagai pendamping makan. Saat menunggu pesanan tiba, perlahan saya mulai mengerti salah satu alasan kenapa tempat ini terkenal dengan nama bakmi bisu. Ternyata pelayan yang mendistribusikan pesanan ke para pelanggan adalah seorang wanita tuna wicara (bisu). Ada satu orang lagi yang membantu ibu peracik dan pemasak bakmi yang sepanjang pengamatan saya juga 'membisu' atau tidak bicara sepanjang melakukan pekerjaannya sebagai pengipas bara api di anglo.

Di sini juga diberi tambahan sebuah teko kecil untuk jog jika air teh yang ada di gelas sudah habis. Selain berbeda dalam penyajian, teh ini juga berbeda dalam hal rasa jika dibandingkan dengan teh di tempat lain. Sruputan pertama ketika mencecap teh ini meninggalkan sensasi tersendiri. Jika boleh meminjam tag line sebuah produk teh, ini adalah sensasi wasgitel (wangi, sepet, legi, dan kentel). Aroma yang keluar dari panasnya kopi menimbulkan wangi aroma teh yang khas. Warna teh yang coklat kehitaman menunjukkan kekentalan dan rasa sepet yang membekas di ujung lidah. Kemudian dilengkapi dengan manis yang elegan dari gula batu yang dicelupkan ke dalam teh.

Di meja penyajian juga disediakan cabe rawit yang sangat nikmat jika diceplus berbarengan dengan mi. Hal yang tidak terlupakan dari makan di bakmi bisu ini adalah ketika setelah selesai makan mi dilanjutkan dengan teh panas wasgitel. Dua hal ini-mi dan teh- seakan saling melengkapi dengan kelebihannya masing-masing untuk menjadikan pengalaman wisata kuliner yang sulit dilupakan bagi anda. Pada akhirnya, saya cukup senang karena dua tebakan saya di awal tulisan ada yang benar. Bakmi Shibishu bisa membuat kehilangan kata dan membisu untuk sesaat karena kelezatannya.

BAKMI SHIBISHU
Jalan Raya Bantul No. 106 Yogyakarta

Label: